The Green Couple Story

The Green Couples ®, sebuah simbol komitmen sepasang manusia untuk saling setia dan berjanji memberi manfaat bagi keluarga dan lingkungannya untuk mewujudkan masa depan yang lebih baik bagi semua. Semangat itu juga yang tersirat dalam tagline “Green Future Starts Here” yang menjadi slogan The Green Couples ®.

The Green Couples ® didirikan oleh Muqiet Efadlinur sebagai pengembangan dari Green4S ® yang lebih dulu didirikannya tahun 2008 silam. Green4S ® adalah sebuah kampanye lingkungan yang menawarkan metode alternatif penyampaian pesan pelestarian lingkungan melalui produk inovatif dan kreatif yang dapat mendekatkan kembali masyarakat kepada gaya hidup ramah lingkungan. Saat itu Green4S ® memulai kampanyenya dengan produk inovatif souvenir tanaman yang dikenal dengan merek Souvenir Adenium™.

Souvenir Adenium™ adalah souvenir tanaman hijau pertama dengan merek terdaftar di Indonesia yang menjadi pelopor hadirnya souvenir tanaman hingga saat ini. Cerita inspiratif ini sudah diliput berkali-kali di berbagai media nasional, mulai dari televisi, radio, surat kabar, hingga berbagai majalah eksklusif di seluruh Indonesia. Sebuah pengakuan yang luar biasa dari Indonesia.

Apresiasi masyarakat yang begitu antusias menyambut kehadiran souvenir tanaman pertama ini menunjukkan bagaimana Souvenir Adenium™ mampu menyampaikan pesan lingkungan dengan cara yang unik, kreatif, dan elegan. Cerita dibalik kehadiran Souvenir Adenium™ ini juga tak kalah menarik untuk disimak sebagai inspirasi bersama.

 

Inovasi Kreatif

Kisah ini bermula dari sebuah souvenir pernikahan yang dirancang oleh sepasang anak muda yang merencanakan pernikahan mereka. Sebuah pernikahan yang kelak mengubah hidup mereka dan juga merubah dunia dengan inovasi mereka yang membuat arti sebuah souvenir lebih dari sekedar cinderamata, tapi juga merupakan hadiah bagi bumi dan masa depannya.

Dialah Muqiet Efadlinur B, atau lebih akrab disapa Fadli. Seorang pecinta alam yang sangat menyukai kegiatan outdoor dan suka mendaki gunung. Sudah terlibat aktif dalam kegiatan pecinta alam sejak sekolah menengah atas, hingga akhirnya terpilih sebagai Ketua sebuah organisasi pecinta alam yang telah memiliki ratusan anggota sejak terbentuk di tahun 1980-an.

Bersama calon istrinya Dinda Putri B, yang juga merupakan anggota dari organisasi yang sempat diketuainya itu, mereka merencanakan sebuah souvenir yang belum pernah terbayangkan sebelumnya. Sebuah konsep souvenir yang bisa memberi manfaat lebih dari sekedar cinderamata dan juga tidak berakhir sebagai limbah di tempat sampah.

Butuh beberapa hari bagi mereka untuk memikirkan sebuah konsep souvenir yang bermanfaat tidak hanya bagi si penerima, tapi juga bisa bermanfaat bagi bumi dan penghuninya. Berbagai konsep souvenir mereka diskusikan secara intensif bersama. Perlu analisa yang baik dan menyeluruh untuk memastikan bahwa konsep tersebut memberi manfaat lebih banyak dari limbahnya.

Hingga akhirnya mereka memutuskan untuk memberikan bibit tanaman sebagai souvenir di hari pernikahan mereka sebagai simbol kehidupan baru, masa depan, dan komitmen untuk bermanfaat bagi sesama. Bibit tanaman juga mewakili harapan dan impian mereka untuk membangun keluarga baru yang penuh cinta dan sejahtera seiring tumbuh besarnya bibit tanaman yang mereka bagikan.

 

Tantangan

Tantangan berikutnya adalah menentukan bibit tanaman apa yang akan mereka berikan. Karena selain bermanfaat, souvenir tersebut harus praktis dibawa, aman, dan juga elegan dalam penampilan. Kombinasi sempurna untuk sebuah konsep souvenir ramah lingkungan yang berkualitas dan berkelas, sangat jauh dari slogan ‘asal ada’.

Setelah melewati beberapa proses riset dan diskusi, mereka memutuskan Adenium merupakan tanaman yang paling cocok untuk konsep souvenir ramah lingkungan ini. Selain menjadi tanaman favorit kedua setelah Anggrek, Adenium juga merupakan tanaman dengan daya tahan paling tinggi untuk kondisi-kondisi yang telah mereka analisa sebelumnya.

Untuk mewujudkan konsep inovatifnya ini, Fadli meminta saran seorang teman lama ketika menyelesaikan studi di Universitas Indonesia, yang tanpa kebetulan saat itu juga memiliki usaha nursery di Jakarta. Beberapa sarannya sangat membantu terutama dalam mempertimbangkan kemasan yang cocok dan aman bagi konsep souvenir ini.

Mendekati hari pernikahan, mereka membawa bibit Adenium yang telah mereka semai sebelumnya untuk kemudian dikemas sesuai rencana oleh nursery milik temannya yang memiliki sumberdaya terlatih untuk memastikan kondisi souvenir siap dibagikan pada para undangan bilamana saatnya telah tiba.

 

Resepsi Nikah

Detik, menit, dan jam berlalu hingga suatu hari sang fajar terbit dengan iringan ayam jantan yang berkokok menandakan hari baru, sebuah hari yang telah dinantikan dan dipersiapkan oleh mereka dengan segala masalah dan tantangannya, untuk sebuah kehidupan baru, perjalanan baru, dan komitmen baru dalam kehidupan.

Tak menunggu lama. Dengan kesigapan panitia yang juga merupakan teman-teman baik mereka di sekolah dan organisasi pecinta alam, 500 pack Souvenir Adenium sudah dipindahkan dari mobil transportasi dan disimpan rapi di dekat meja penerima tamu, untuk kemudian dibagikan bersamaan dengan kedatangan para tamu di resepsi pernikahan.
Tiba saatnya ketika acara resepsi dimulai dan para tamu mulai berdatangan, sontak membuat panitia sibuk dengan tugasnya masing-masing, termasuk penerima di meja tamu yang telah ditugaskan untuk membagikan souvenir tersebut seiring para tamu mengisi buku tamu guna mengantisipasi permintaan souvenir dari tamu yang sama.

Tanpa diduga, souvenir mereka mendapat sambutan antusias dan menjadi bahan pembicaraan, bahkan ketika tamu masih terus berdatangan untuk mengucapkan selamat dan doa restu di resepsi pernikahan mereka. Tidak sedikit juga yang berpikir bahwa itu adalah tanaman buatan sebagaimana cinderamata buatan tangan pada umumnya.

Berbagai sambutan positif berdatangan ketika para tamu memasuki pelaminan untuk bersalaman dengan kedua pengantin. Hal ini tentu menjadi kesan terindah bagi mereka yang memang mendambakan sebuah souvenir yang tidak hanya bermanfaat tapi juga mampu menyampaikan pesan bagi para undangan yang menerima souvenir tersebut.

 

Kesuksesan

Begitu besarnya antusiasme pada kehadiran perdana Souvenir Adenium, membuat 500 pack souvenir yang telah disiapkan tidak mencukupi untuk diberikan sesuai jumlah undangan. Ini disebabkan banyak pihak keluarga yang juga jatuh cinta pada pandangan pertama sehingga tak kuasa untuk meminta souvenir atas nama keluarga (bukan undangan).

Apalah daya ketika antusiasme jauh lebih besar dari persiapan, tentu tidak semua hal dapat diperkirakan sebelumnya. Hal ini memang membuat sebagian undangan hanya mendapat souvenir cadangan saja. Tapi kondisi ini justru membuat mereka yakin bahwa usaha mereka tidaklah sia-sia. Terbayar sudah semua perjuangan dan kerja keras mereka.

Begitu juga dengan bantuan dari keluarga, teman, dan sahabat yang telah bahu membahu membantu mereka baik secara langsung maupun tidak langsung dalam mewujudkan pernikahan dengan inovasi yang jauh lebih bermanfaat dan ramah lingkungan. Semua terbayar dengan kesuksesan Souvenir Adenium memikat para undangan termasuk keluarga dan panitia.

Sebuah kesuksesan yang menutup hari bahagia kedua mempelai disamping berbagai momen bahagia lainnya yang tidak terhitung dan tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata. Yang dengannya mereka memulai kehidupan baru, perjalanan baru, dan komitmen baru dalam kehidupan. Momen bahagia yang tidak terlupakan bagi mereka dan menjadi dambaan semua pengantin di dunia.

 

Souvenir HijauLangkah Awal Kampanye

Ketika malam menutupi siang dan siang menutupi malam, semua berjalan sebagaimana rencana Tuhan penguasa alam. Tiba-tiba telpon genggam Fadli berdering dan terdengar suara sahabat di seberang yang meminta disiapkan Souvenir Adenium untuk sebuah ajang malam pemutaran perdana kompetisi film dokumenter bergengsi di Indonesia, sebuah event tahunan sebuah televisi swasta yang pada saat itu mengusung tema lingkungan “Hijau Indonesiaku” dan mendaulat Souvenir Adenium sebagai souvenir pada malam pemutaran perdana tersebut.

Tak berhenti disitu, setelah 2 tahun sejak hari pernikahan yang membahagiakan itu, mereka bertemu dengan sahabat dan kerabat yang menjadi undangan pada resepsi pernikahan dan menerima Souvenir Adenium yang mereka bagikan. Tak disangka, ternyata sahabat dan kerabat itu menceritakan bagaimana tanaman Adenium yang mereka berikan sudah tumbuh besar, sebagaimana cinta mereka yang tetap tumbuh dan berkembang dalam ikhtiar membangun keluarga sejahtera.

“Jadilah, maka jadilah!” kira-kira itulah gambaran perjalanan mereka berikutnya, bahkan hingga saat ini. Sebuah rencana sempurna dari Yang Maha Sempurna, yang telah memudahkan mereka mewujudkan ide sederhana menjadi bagian dari kampanye dunia. Dan telah berkembang hingga menjadi sebuah halaman berwarna nan indah yang sekarang ada di layar anda.

Sebuah aksi, solusi, dan ketekunan dalam berbuat. Mulai dari diri sendiri, dan mulai saat ini. The Green Couples, akan terus memiliki lebih banyak cerita dengan berbagai keindahan warna, dari pada The Green Couple berikutnya yang berani mengambil aksi, menjadi bagian dari solusi, untuk masa depan bersama yang lebih baik bagi seluruh isi bumi.

Selamat datang di komunitas ini, salam hijau dari kami…

The Green Couples